gentlemancode.id
Jangan lakukan ini saat Lo jadi manajer

JANGAN LAKUKAN INI SAAT LO JADI MANAJER

Published on Sunday, 10 June 2018

Menjadi manajer untuk pertama kalinya adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan sekaligus menantang dalam perjalanan hidup kaum profesional. Kini ucapan dan tindakan Lo punya potensi mempengaruhi perkembangan perusahaan secara besar-besaran, sekaligus jalan karier bawahan Lo.

Di tengah-tengah perjalanan ini, Lo mungkin akan menghadapi beberapa skenario yang sepenuhnya unik. Untuk bersiap-siap, perhatikan beberapa kesalahan yang biasa menjerat manajer baru ini.

1. Tidak mendelegasi sepenuhnya

Lo diberi tanggung jawab ekstra karena Lo konsisten berprestasi saat mengerjakan tugas dulu sebagai staf. Transisi dari staf ke manajer bisa jadi sedikit membingungkan karena tanggung jawab Lo kini bukanlah untuk fokus pada satu tugas tertentu, tapi membantu tim Lo fokus pada tugas mereka masing-masing.

2. Gila kontrol

Sebagai seseorang yang mungkin mengepalai beberapa individu, Lo tak mungkin bisa mengikuti dan mengontrol setiap detail pekerjaan bawahan Lo. Jangan juga berpikir kalau semuanya harus Lo kerjakan agar sesuai harapan atau terus melakukan koreksi sendiri. Selain membuang waktu, Lo juga akan dicap gila kontrol. Lo sendiri tidak suka kalau terus menerus dikejar atasan, bukan?

3. Menyamaratakan bawahan

Niat Lo mungkin baik: Lo tidak ingin dianggap pilih kasih, sehingga perlakuan dan kedekatan sama rata kepada setiap pegawai. Untuk soal manajemen kerja juga Lo pukul rata. Meski begitu, faktanya, setiap individu punya gaya kerja dan sosialisasi berbeda. Untuk perkara porsi kerja, ada yang perlu banyak dibimbing jika mereka baru pertama kali mengerjakan pekerjaan tersebut, ada yang perlu Lo beri waktu sendiri karena sudah familiar.

Untuk mengkalibrasi bimbingan Lo dan memberi motivasi tepat, Lo perlu sesekali berkomunikasi empat mata dengan setiap bawahan untuk memahami kebutuhan dan kepribadian mereka, terutama sebelum mengerjakan proyek.

4. Membuat janji yang tak bisa dipenuhi

Pertama kali memegang kendali tim, Lo tentu ingin disukai bawahan dan mungkin mencoba menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik untuk mereka. Masalahnya, tidak semua kebijakan bisa Lo utak-atik dan ada hal-hal yang memang sudah disusun oleh manajemen atas untuk kepentingan perusahaan.

Karena itu, hati-hati ketika membuat janji, apalagi jika berhubungan langsung dengan kebijakan dan performa perusahaan. Jika tidak bisa Lo tepati, Lo berisiko kehilangan rasa kepercayaan dan respek dari bawahan.

5. Terlalu kaku

Posisi sebagai pemimpin memang memberi aura serius dan bisa mengintimidasi beberapa individu. Lo mungkin berpikir, beginilah seorang pemimpin harus berlaku. Meski tidak disarankan sembarang mengumbar janji, ada gestur kecil yang bisa Lo lakukan untuk memberi kesan positif bagi bawahan, misalnya membawakan cemilan saat briefing di pagi hari atau memangkas rapat yang tidak begitu penting.

6. Plin-plan

Sebagai manajer, Lo mungkin sadar kalau keputusan Lo berpengaruh langsung pada performa perusahaan dan masa depan pegawai. Tanggung jawab sebesar ini bisa membuat siapapun merasa panik setiap harus membuat keputusan penting, apalagi jika Lo masih merasa kurang percaya diri.

Namun, jangan sampai kegelisahan ini membuat Lo menunda-nunda mengambil keputusan. Lo bisa minta masukan dari rekan lainnya atau mempertimbangkan berdasarkan data. Tapi ingat, tidak mengambil keputusan kadang lebih berbahaya daripada mengambil keputusan yang salah

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode & @gentlemancoderoutine
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini