gentlemancode.id
#LoPastiBisa - Jaga Diri Dari Informasi hoax Yang Berbahaya

#LOPASTIBISA - JAGA DIRI DARI INFORMASI HOAX YANG BERBAHAYA

Published on Friday, 11 May 2018

Hampir semua orang saat ini sudah memiliki smartphone di genggaman mereka, karena memang smartphone sudah menjadi kebutuhan untuk kebanyakan orang saat ini. Smartphone bisa menjawab dua kebutuhan penting para penggunanya yaitu kebutuhan untuk melakukan komunikasi serta kebutuhan untuk mendapatkan informasi. 

Ngomong-ngomong soal informasi, yang penting untuk diingat saat mencari informasi via internet adalah tidak semua berita yang beredar itu benar alias bisa dipercaya. Selalu ada saja berita palsu alias hoax tersebar di dunia maya, baik di media sosial ataupun di berbagai situs berita tidak jelas. Kalau tidak pandai dalam memilah kita bisa terjebak percaya pada berita yang salah atau bahkan jadi ikut menyebarkannya. 

Di sini-lah pentingnya untuk memiiliki literasi digital atau paling tidak mengenal apa itu literasi digital. Literasi digital adalah sikap dan kemampuan individu pengguna teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasi, menganalisis serta mengevaluasi informasi yang terdistribusi via internet.

Informasi menyesatkan biasanya banyak beredar melalui situs online yang tidak jelas, media sosial dan pesan chatting. Isi dari berita hoax bisa bermacam-macam, mulai dari gosip yang bersifat merugikan pihak tertentu sampai info tentang agama yang bercampur aduk dengan muatan politik yang berpotensi menghasilkan suasana resah dan memunculkan rasa tidak aman.  

Lalu apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi bahaya hoax? Berdasarkan wawancara Kompas Tekno dengan Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho, ada lima langkah sederhana yang berguna membantu proses memilah mana berita hoax dan mana berita asli. 

Perhatikan judul berita dengan seksama - biasanya provokatif

Clickbait tidak hanya berguna bagi para Youtuber yang ingin punya jumlah viewer banyak tapi juga umumnya dipakai oleh para penulis berita hoax. Mereka biasanya dengan sengaja memilih judul yang sensasional dan provokatif, misalnya dengan mencamtumkan tuduhan yang belum terkonfirmasi sebagai headline sehingga orang tertarik untuk membaca isi berita. Supaya meyakinkan, isinya pun biasanya mengutip berita media resmi, namun diubah ke arah opini yang menyudutkan agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.

Maka, bila menjumpai berita denga judul provokatif, yang perlu segera dilakukan adalah mencari referensi dari berita lain dari situs online resmi, seperti Kompas, Detik dan media sejenis lainnya. Dengan begini, setidaknya pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

Perhatikan alamat situs

Cermati alamat situs yang memuat berita, kalau URL yang tertera adalah blog atau situs tidak terpercaya maka ada kemungkinan berita tersebut tidak 100% bisa dipercaya. Dibutuhkan pemikiran yang kritis dan tidak mudah terhasut. Berdasarkan catatan Dewan Pers, ada sekitar sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim dirinya sebagai portal berita. Dari sekian banyak website tersebut tersebut, hanya ada kurang dari 300 situs yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi. Dengan kata lain, ada puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita tidak terpercaya di internet dan harus mesti diwaspadai.

Perhatikan detail fakta yang ada pada berita

Berita tersebut dilaporkan oleh pihak mana? Dari mana link berita ini bersumber? Kita wajib untuk tidak mudah percaya apabila berita sensasional tersebut berasal kelompok yang tidak terpercaya. Perhatikan apakah info yang diberikan mengandung fakta atau hanya opini. Jika info tersebut ditulis oleh seorang, misal, pengamat, maka pembaca perlu berhati-hati dan tidak langsung percaya.

Ada beberapa perbedaan jelas antara info yang dibuat berdasarkan fakta dan berita yang dibuat opini. Ketika sebuah informasi dibuat berdasarkan fakta maka di dalamnya akan tercantum dengan jelas detail seperti keterangan waktu, keterangan sumber berita atau saksi dan diberitakan juga oleh situs resmi lainnya. Sementara informasi yang dibuat berdasarkan opini hanya akan berisi pendapat dan kesan dari penulis sehingga cenderung bersifat subyektif.

Periksa keaslian foto

Zaman sudah kian canggih, tidak hanya info dalam bentuk tulisan saja yang bisa dimanipulasi, tapi juga informasi dalam bentuk foto atau video. Para pembuat berita hoax biasanya cukup niat dan mampu memanipulasi atau mengedit foto atau bahkan video dengan tujuan memprovokasi pembaca.

Lalu bagaimana cara untuk memastikan apakah foto tersebut asli atau palsu? Tidak sulit, cukup dengan melakukan drag-and-drop foto atau image yang ingin diperiksa dari halaman situs ke dalam halaman mesin pencari Google Images. Hasil pencarian akan menunjukan gambar-gambar serupa yang tersebar di internet sehingga pengguna bisa membandingkan keasliannya.

Pantau atau gabung ke dalam grup diskusi anti-hoax

Ada sejumlah kelompok diskusi yang sengaja dibuat untuk meluruskan banyaknya berita tidak terpercaya yang tersebar. Beberapa grup tersebut juga memiliki fanpage di Facebook, seperti Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Indonesian Hoax Buster, Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Melalui sejumlah kelompok diskusi ini, Lo bisa bertanya dan memastikan apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan karena di dalamnya kita bisa melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain yang sudah terlebih dahulu melakukan riset terhadap topik tersebut. Semua anggota yang tergabung di dalamnya bisa secara aktif ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi seperti semacam crowdsourcing.

Yang perlu dilakukan saat menemukan sebuah berita hoax

Langkah-langkah yang disebutkan di atas dapat dilakukan untuk memastikan apakah sebuah berita termasuk hoax atau bukan. Berbeda dengan hal itu, ketika kita menemukan sebuah informasi hoax, bagaimana caranya agar kita bisa ikut berkontribusi secara positif? Kita dapat melaporkan berita hoax tersebut melalui beberapa sarana yang tersedia di berbagai media.

Pada media sosial Facebook, kita dapat menggunakan fitur Report Status lalu kategorikan posting berisi informasi hoax tersebut sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang dirasa sesuai. Jika muncul banyak report dari penggunanya, maka Facebook biasanya akan menghapus posting tersebut.

Pada Google, kita bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs penyebar hoax yang mungkin muncul pada hasil pencarian. Sedangkan pada Instagram dan Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk para penggunanya melaporkan twit yang bersifat negatif.

Atau pengguna internet bisa juga melayangkan pengaduan tentang konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mengirimkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Kelompok anti-hoax bernama Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan sebuah situ dengan alamat data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari masyarakat. Situs tersebut juga sekaligus berfungsi sebagai database yang berisi referensi berita hoax yang sebelumnya sudah pernah dilaporkan.

Dengan begitu, #LoPastiBisa memilah mana berita yang benar dan mana berita yang hoax. Nah bro, mari kita sambut bulan suci Ramadan dengan niat baik menjaga pikiran agar tidak terhasut oleh banyaknya berita hoax yang tersebar di internet agar kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode & @gentlemancoderoutine
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini