gentlemancode.id
LEBIH BAIK DIBATASI, KARENA BAHAYA KALO KELAMAAN MAEN SMARTPHONE.
Waspada ADHD, jangan kelamaan maen smartphone!

WASPADA ADHD, JANGAN KELAMAAN MAEN SMARTPHONE!

Published on Monday, 05 February 2018

Pemandangan apa yang biasa Lo lihat ketika Lo didalam bus, kereta, atau dimanapun Lo berada? Pasti Lo akan menemui kebanyakan orang sedang menunduk menatap smartphone yang mereka miliki, bener nggak? Atau mungkin Lo adalah salah satu dari mereka?

Meski smartphone memberikan banyak keuntungan untuk penggunanya, tidak bisa kita pungkiri smartphone bisa membuat kita kecanduan. Nah, hal inilah yang nanti akan menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan kita. Bagaimanapun juga sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, bro.

Sebuah riset yang dilakukan oleh American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation menyebutkan bahwa orang yang terlalu sering menggunakan smartphone beresiko mengalami kondisi tendinitis. Tendinitis atau tendonitis adalah gangguan berupa peradangan atau iritasi pada tendon, yaitu suatu kumpulan jaringan ikat berserat yang merekatkan otot dengan tulang. Tendinitis paling sering terjadi pada area bahu, pergelangan, lutut, tumit, dan siku. Gangguan ini menyebabkan nyeri dan sakit pada persendian.

Dengan smartphone memang kita bisa mendapatkan banyak hal dan bisa melakukan banyak hal pula, bro. Tapi, bagaimanapun juga smartphone itu adalah alat. Jadi Lo yang harus bisa mengendalikan alat yang Lo pakai, bukan malah smartphone yang mengendalikan Lo.

Dalam sebuah polling yang dilakukan oleh Kostadin Kushlev dari University of Virginia dan Jason Proulx serta Elizabeth Dunn dari the University of British Columbia, mengungkapkan bahwa rata-rata orang menghabiskan waktu setidaknya dua jam per hari dalam menggunakan smartphone dan sekitar 70% menggunakannya pada jam kerja. Hal ini lah yang kemudian menjadi alasan Kushlev dan tim merekrut 221 mahasiswa untuk menjadi partisipan penelitian selama dua pekan. Dari 221 mahasiswa tersebut tidak ada satu pun diantara mereka menderita ADHD.

Pada pekan pertama, peneliti meminta setengah partisipan meminimalkan interupsi dari smartphone mereka dari mulai menjauhkan dan mendiamkan segala bunyi notifikasi. Lalu, setengah partisipan lain diminta untuk membiarkan smartphone mereka berada di dalam jangkauan dan mengaktifkan bunyi notifikasi. Nah, pada pekan kedua, peneliti menukar instruksi tersebut untuk kedua kelompok.

"Kami menemukan bukti eksperimen pertama bahwa interupsi dari ponsel pintar dapat menyebabkan kurangnya perhatian dan hiperaktivitas, gejala gangguan defisit perhatian hiperaktif, bahkan pada orang-orang dalam populasi nonklinis," jelas Kushlev yang memimpin riset dikutip WIRED.

Kushlev dan tim riset mengukur kurangnya perhatian dan hiperaktivitas dengan meminta peserta untuk mengidentifikasi seberapa sering mereka mengalami 18 gejala ADHD dalam dua pekan.

ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian. Kondisi ini dulunya dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder.

Perbedaan pun tampak jelas. Ketika smartphone berada dalam jangkauan dan notifikasi berbunyi, partisipan mengaku lebih merasa terganggu. Mereka terdistraksi, sulit untuk fokus, gampang bosan, dan nggak bisa diam.

Ini terlihat dari berbagai masalah yang timbul akibat penggunaan smartphone. Ada yang lupa membayar tagihan, susah fokus saat mendengar orang lain bicara, merasa cepat lelah, hingga mengganggu orang lain.

Temuan riset ini, kata Kushlev, memang tidak menunjukkan bahwa smartphone menyebabkan ADHD, juga tidak membuktikan mengurangi notifikasi ponsel pintar dapat mengobat ADHD. "Temuan kami hanya menyarankan bahwa stimulasi digital secara konstan mungkin berkontribusi terhadap meningkatnya masalah defisit perhatian dalam masyarakat modern," ujar Kushlev dilansir dari VICE.

Kushlev pun berpendapat, temuan riset ini bisa dibilang cukup meresahkan. Terutama karena smartphone adalah alat dengan teknologi canggih dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah. Apalagi saat ini anak muda tidak hanya memiliki smartphone, tapi juga menghabiskan 3,25 jam di internet setiap hari lewat gadget dalam genggaman mereka.

Kesimpulannya, memberi jeda dalam penggunaan smartphone adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan agar Lo bisa memegang kendali bro bukan malah smartphone Lo yang mengendalikan Lo. Kalo misalnya emang Lo butuh, nggak perlu Lo matiin deh, cukup sesekali Lo cek smartphone Lo dan jauhkan dari jangkauan Lo supaya Lo nggak keterusan mainin smartphone Lo.

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode & @gentlemancoderoutine
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

Bro, terima kasih karena sudah setia membaca www.gentlemancode.id ya!

Seperti janji kami beberapa waktu lalu, Kami telah meluncurkan Gentleman Community pada tanggal 15 Januari kemarin. Gentleman Community adalah media buat Lo yang ingin menulis banyak hal bermanfaat dan ingin menyebarkannya ke orang lain di luar sana melalui website kami.

Jangan kuatir, setiap kegiatan yang Lo lakukan seperti mendaftar, melengkapi data dan menulis artikel (kemudian kami tayangkan), akan mendapatkan poin yang bisa Lo tukarkan dengan hadiah menarik.

Info lebih lanjut langsung klik di sini, Bro!

KOMENTAR
Hobi nulis dan pengen dapet hadiah menarik? Yuk gabung Gentleman Community!
terpopuler
close
gentlemancode.id