gentlemancode.id
Workaholic vs Pekerja Keras

WORKAHOLIC VS PEKERJA KERAS

Published on Wednesday, 18 April 2018

Dalam usaha untuk meraih mimpi dan cita-cita, kita dituntut untuk selalu berusaha dan tidak pantang menyerah dalam mengejarnya. Nggak heran kalo kita sering melihat banyak orang yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan apa yang sudah mereka cita-citakan sampe kadang mereka lupa bahwa hidup mereka tidak hanya sebatas meja kerja saja. Ya, saking asiknya mereka bekerja, mereka jadi lupa untuk memperhatikan keseimbangan hidupnya.

Kerja keras boleh-boleh aja bahkan sangat dianjurkan, namun jangan sampe Lo jadi workaholic bro karena sesuatu yang nggak seimbang itu pasti nggak baik.

Ngomong-ngomong soal kerja keras dan workaholic, selama ini orang banyak mengira bahwa kedua hal itu merupakan hal yang sama, padahal makna keduanya jauh berbeda.

Orang yang bekerja keras itu cenderung memiliki arti yang positif, sementara workaholic cenderung memiliki stigma yang bisa dibilang kurang baik. 

Dibawah ini adalah perbedaan antara pekerja keras dan workaholic, diantaranya adalah:

1. Workaholic adalah sindrom untuk orang yang memiliki kecenderungan kecanduan bekerja, sedangkan pekerja keras adalah orang yang punya etos kerja yang tinggi.

2. Demi memenuhi hasrat mereka, para workaholic akan bekerja lebih dari belasan jam sehari, sedangkan pekerja keras akan memenuhi waktu kerja sesuai dengan kewajibannya saja namun efisien.

3. Dikarenakan hanya pekerjaan saja yang membuat mereka bahagia, para workaholic nggak pernah pengen jauh dari yang namanya kerjaan, sedangkan pekerja keras, mereka masih tahu batasan antara kapan mereka harus bekerja dan kapan mereka harus menikmati hidup.

4. Para workaholic akan merasa gelisah ketika libur tidak melakukan pekerjaan apa pun. Beda sama pekerja keras, mereka akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menikmati waktu liburan.

5. Para workaholic cenderung sering lupa membagi waktu untuk teman dan keluarga. Sementara pekerja keras, mereka bisa membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan kehidupan mereka.

6. Workaholic cenderung memiliki ambisi yang besar alias ambisius dan mereka punya target-target yang harus dicapai. Nah, pekerja keras lebih realistis bro dalam menghadapi persoalan kerja sehingga cenderung lebih santai.

7. Workaholic cenderung bekerja untuk diri sendiri, sedangkan pekerja keras punya alasan untuk apa mereka bekerja.

8. Selain mengumpulkan pundi-pundi rupiah, workaholic mungkin tidak punya tujuan untuk apa mereka bekerja. Sementara pekerja keras punya tujuan yang jelas mengapa mereka harus bekerja dengan giat dan pantang menyerah.

9. Karena mereka selalu memikirkan pekerjaan, para workaholic kadang tidak memperhatikan kesehatan mereka sendiri. Lain halnya dengan para pekerja keras, mereka cenderung bekerja giat tanpa melalaikan kesehatan mereka.

Kerja itu emang nggak boleh malas, namun bukan berarti Lo nggak bisa santai dalam bekerja. Hidup ini harus seimbang bro, jangan sampai waktu Lo bekerja lebih banyak daripada waktu Lo untuk keluarga. Terus, jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan Lo dan cukupi waktu istirahat Lo supaya kesehatan Lo tetap terjaga. 

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini