gentlemancode.id
19 Agustus Merupakan Hari Fotografi, Sudah Tahu Belum Siapa Penemu Kamera Dan Bagaimana Sejarahnya?

19 AGUSTUS MERUPAKAN HARI FOTOGRAFI, SUDAH TAHU BELUM SIAPA PENEMU KAMERA DAN BAGAIMANA SEJARAHNYA?

Published on Friday, 19 August 2016

Hari ini tanggal 19 Agustus merupakan hari fotografi dunia. Untuk Anda yang mempunyai hobi fotografi apakah sudah tahu siapakah penemu kamera dan bagaimana sejarahnya?

Oke, kali ini Genta akan sedikit bercerita mengenai sejarah fotografi yang akan menambah wawasan Anda mengenai bidang yang satu ini.

Siapakah penemu kamera?

Penemu kamera pertama kali adalah Louis Daguerre. Louis Daguerre dilahirkan tahun 1787 di kota Cormeilles di Perancis Utara. Pada waktu muda, Dia merupakan seorang seniman. Lalu pada umur pertengahan tiga puluhan dia merancang "diorama", Diorama adalah sejenis benda miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu pemandangan atau suatu adegan yang dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. Sementara dia menggarap pekerjaan itu, dia menjadi tertarik dengan pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kwas atau cat. Dengan kata lain: kamera! Tingkat pertama perancangan alat kamera yang bisa berfungsi tidak berhasil. Di tahun 1827 dia bertemu dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang mencoba menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka pun menjalin kerjasama.

Pada tahun 1833 Niepce meninggal dunia, tetapi Daguerre tetap tekun untuk meneruskan percobaannya. Lalu, menjelang tahun 1837 dia sudah berhasil mengembangkan sebuah sistem praktis fotografi yang disebut dengan "daguerreotype." Nice.

Lika-liku penemuan kamera

Tahun 1839 Daguerre memberitahukan penemuannya kepada publik secara terbuka dan tanpa mempatenkannya. Sebagai imbalannya, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada Daguerre maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan pada penduduk Perancis saat itu. Daguerre seperti seorang pahlawan saat itu, Dia diberikan berbagai macam penghormatan, sementara itu metode "daguerreotype" dengan cepat berkembang menjadi hal yang digunakan oleh umum. Daguerre sendiri segera pensiun dan dia meninggal pada tahun 1851 di kota asalnya dekat Paris.

Tidak banyak penemuan teknologi yang begitu banyak digunakan orang awam seperti halnya fotografi. Fotografi digunakan di hampir tiap bidang penyelidikan ilmu. Tidak terkecuali di bidang industri dan militer. Teknologi yang vital untuk kalangan rakyat biasa, dan hobbi yang menyenangkan untuk banyak orang. Fotografi mempunyai andil dalam penyebaran informasi, di bidang pendidikan, jurnalistik dan juga iklan. Fotografi bisa menyimpan berbagai kenangan dalam bentuk gambar sehingga mampu dengan cepat mengingatkan seseorang akan masa lalunya, dia menjadi sarana suvenir yang digemari masyarakat luas.

Pada dasarnya tidak ada penemuan ilmiah yang dilakukan oleh seseorang sendirian tanpa ada petunjuk dari orang-orang sebelumnya seperti Daguerre. "Kamera obscura" (alat serupa dengan kamera namun tanpa film) telah ditemukan orang delapan abad sebelum Daguerre. Di abad ke-16, Girolamo Cardano membuat langkah menempatkan lensa di muka "kamera obscura" terbuka. Ini merupakan langkah penting menuju lahirnya kamera modern. Tetapi karena bayangan yang dihasilkan tidak tahan lama, sehingga menjadi sulit untuk penamuan ini agar dianggap menjadi sebuah fotografi. Penemuan pemula lainnya diketemukan tahun 1727 oleh Johann Schulze yang menemukan bahwa garam perak sangat sensitif terhadap cahaya. Meskipun dia gunakan penemuan ini untuk membuat gambar sementara, Schulze tak punya gambaran bagaimana cara semestinya meneruskan gagasannya.

Pendahulu yang dekat dengan apa-apa yang berhasil diperbuat Daguerre adalah Niepce yang kemudian menjadi partner Daguerre. Sekitar tahun 1829 Niepce menemukan bahwa batuan tebal hitam dari Judea, sejenis aspal, sangat peka terhadap cahaya. Dengan menggabungkan benda peka cahaya dengan "kamera obscura," Niepce berhasil membuat foto pertama di dunia (salah satu yang dijepretnya tahun 1826 masih ada hingga sekarang). Atas dasar itu, beberapa orang menganggap Niepce-lah yang layak dianggap sebagai penemu fotografi. Tetapi sistem fotografi Niepce sepenuhnya tidak praktis karena memerlukan tidak kurang dari delapan jam untuk pengambilannya dan itu pun cuma menghasilkan gambar yang buram.

Pada metode Daguerre, gambar direkam di atas lembar yang berlapis "iodide perak". Waktu pengambilan yang dibutuhkan antara 15-20 menit sudah cukup memadai walau agak susah karena berat. Sesudah Daguerre mempertunjukkan ciptaannya di depan umum, orang-orang banyak yang mengusulkan penyempurnaan seperti: penambahan "cairan perak" pada "iodide perak" yang peka cahaya. Perubahan kecil ini pun mempunyai pengaruh banyak yang mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan pemotretan.

Pada tahun 1839, setelah Daguerre mengumumkan secara terbuka hasil penemuan fotografinya, William Henry Talbot, seorang ilmuwan Inggris, memberitahukan pula bahwa dia telah mengembangkan metode fotografi lain, lewat cara pencetakan negatif, seperti dilakukan orang sekarang ini. Menarik untuk dicatat, Talbot sesungguhnya sudah memproduksi alat potret pada tahun 1835, dua tahun sebelum keluarnya model Daguerre. Talbot, yang juga melibatkan diri dalam berbagai proyek, tidak segera meneruskan eksperimen fotografinya. Kalau saja hal ini dilakukannya, maka sangat mungkin dia bisa memproduksi alat potret komersil sebelum Daguerre melakukannya, dan bisa dianggap sebagai penemu fotografi.

Tahun-tahun sesudah Daguerre dan Talbot, banyak orang yang melakukan penyempurnaan seperti: proses lembaran basah, proses lembaran kering, rol film modern, film berwarna, film bioskop, polaroid dan xerografi. Kendati demikian, banyak orang yang terlibat dalam pengembangan fotografi, Tapi Louis Daguerre lah orang yang paling banyak memberikan sumbangan ide. Tidak ada sistem yang layak dipakai sebelum Daguerre, sistem yang dikembangkannya menjadi yang paling praktis dan paling diterima secara luas. Lebih dari itu, penyebaran yang luas dari hasil penemuannya merupakan daya dorong untuk penyempurnaan-penyempurnaan berikutnya.

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung dan membaca artikel di gentlemancode.id.

Kami berharap teman-teman bisa berkunjung kembali untuk membaca artikel-artikel kami yang lain.

Sebagai media, kami di Gentlemancode ingin menjadi sahabat dan ingin selalu menyajikan informasi positif yang bermanfaat untuk anak muda khususnya pria di Indonesia. Kami percaya dan yakin bahwa kekuatan sebuah tulisan selain dapat memberikan wawasan juga dapat menginspirasi setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang bisa menjadi solusi bukan menjadi sebuah masalah.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, sukses buat teman-teman semua, have a nice day!

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini