gentlemancode.id
Cara membantu teman yang mengalami depresi

CARA MEMBANTU TEMAN YANG MENGALAMI DEPRESI

Published on Friday, 22 December 2017

Depresi adalah gangguan kesehatan yang menyerang banyak orang, Bro. Kalo misalnya ada temen Lo yang mengalami depresi, mungkin Lo juga akan bingung harus gimana. Sebetulnya, Lo bisa menolongnya dengan berbagai cara, misalnya seperti menyarankan agar dia segera mendapatkan pengobatan atau mendukungnya dengan kata-kata yang menenangkan.

Kita  tentu nggak pengen ada orang-orang terdekat kita sampe mengalami depresi, karena keadaan tersebut sangat menyiksa mereka, Bro. Untuk itu sebagai seorang sahabat Lo harus bisa membantu temen Lo yang sedang mengalami depresi.

Dibawah ini adalah beberapa hal yang bisa Lo lakukan untuk membantu temen Lo yang sedang mengalami depresi. 

1. Amati gejala depresi yang dia alami

Gangguan depresi bisa terlihat dari prilaku seseorang. Kalo misalnya Lo ragu apakah temen Lo itu mengalami depresi atau tidak, coba amati apakah temen Lo mengalami beberapa gejala berikut:

- Merasa sedih berkepanjangan
- Tidak mau melakukan hobinya
- Merasa sangat lelah atau menjadi lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak
- Nafsu makan meningkat atau berkurang
- Sulit tidur atau terlalu banyak tidur
- Sulit berkonsentrasi dan mengambil keputusan
- Mudah kesal
- Merasa putus asa dan/atau pesimis
- Berat badan turun atau naik
- Berpikir tentang bunuh diri
- Mengalami nyeri atau masalah pencernaan
- Merasa bersalah, tidak berharga, dan/atau tidak berdaya

2. Berikan dorongan agar temen Lo mau berkonsultasi dengan dokter.

Begitu Lo melihat ada tanda-tanda depresi pada temen Lo, doronglah supaya temen Lo mau berkonsultasi dengan dokter. Mungkin temen Lo akan menyangkal atau malu mengakui bahwa dia sedang bermasalah. Tapi, gimanapun juga Lo harus bisa meyakinkan temen Lo supaya dia mau berkonsultasi dengan dokter.

Orang yang mengalami depresi sering tidak sadar atau tidak tahu kalau dirinya menderita depresi. Mereka juga sering merasa sudah tidak ada harapan atau bisa juga merasa malu dan menganggap bahwa depresi bisa diatasi dengan kemauan kuat dari dirinya tanpa pertolongan orang lain. Padahal depresi jarang sembuh tanpa pengobatan, bahkan sering menjadi lebih buruk.

3. Tunjukan bahwa Lo bersedia menolongnya

Meskipun temen Lo udah mau berobat, mungkin dia akan merasa terbebani sehingga jadwal berobat pun batal. Jadi, pastikan bahwa temen Lo benar-benar mendapatkan pertolongan yang dia butuhkan dengan terus mendukungnya dengan cara:

- Bantu temen Lo membuat janji untuk konsultasi dan berikan dukungan dengan menemaninya pergi berobat.
- Bantu temen Lo menulis daftar pertanyaan yang ingin dia ajukan saat berkonsultasi dengan dokter nanti.

4. Berikan dukungan semangat kepada temen Lo setiap hari.

Depresi bisa menimbulkan rasa rendah diri, tetapi Lo bisa membantunya memulihkannya dengan kata-kata yang menguatkan. Sampaikan hal-hal yang bisa membuat teman Lo kembali bersemangat setiap hari untuk menunjukkan perhatian dan membuatnya merasa berarti bagi orang lain.

5. Biarkan temen Lo tau bahwa Lo selalu siap membantu

Depresi bisa membuat orang-orang merasa tersisihkan dan tidak diperhatikan. Meskipun Lo udah menunjukkan perhatian dengan melakukan sesuatu untuk menolongnya, mungkin dia baru bisa percaya setelah mendengar Lo mengatakan sendiri bahwa Lo mau dan selalu siap untuk menolongnya. Bilang sama dia bahwa Lo siap membantu dan yakinkan kepadanya bahwa dia harus segera menghubungi Lo kalo misalnya sedang membutuhkan pertolongan.

6. Dengarkan dia jika dia ingin mengobrol

Mendengarkan dan berusaha mengerti apa yang teman Lo alami merupakan salah satu aspek penting dalam memberikan dukungan selama pemulihan. Biarkan teman Lo menceritakan perasaannya ketika dia sudah siap. Jangan dipaksa.

7. Kenali tanda-tanda niat bunuh diri

Orang-orang yang sedang depresi terkadang ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena merasa sangat putus asa dan rasa tidak berdaya. Kalo temen Lo berbicara tentang keinginan ini, tanggapilah dengan serius. Jangan berasumsi bahwa dia tidak akan melakukan niat tersebut, apalagi jika ada bukti bahwa dia sudah membuat rencana. Untuk mengetahuinya, waspadai tanda-tanda berikut:

- Mengancam atau membicarakan niat bunuh diri
- Menyatakan tidak peduli atau tidak mau terlibat lagi dalam hal apa pun
- Memberikan barang-barang miliknya, membuat persiapan pemakaman
- Membeli pistol atau senjata lain
- Mendadak gembira tanpa alasan atau tenang setelah mengalami depresi
- Mintalah pertolongan secepatnya kalo Lo mengenali perilaku tersebut. Hubungi ahli kesehatan, klinik kesehatan mental, atau Halo Kemkes (kode lokal) 500567 agar Lo tahu bagaimana cara mengatasinya.

8. Ajak temen Lo bersenang-senang

 Agar teman Lo merasa lebih baik, bantulah dia mengatasi depresi dengan membuat rencana untuk bepergian bersama. Pilihlah kegiatan yang kalian sukai dan buatlah rencana agar ada sesuatu yang dia nanti-nantikan. Buatlah rencana melakukan kegiatan bersama, seperti nonton bareng atau minum kopi bareng.

9. Bicarakan hal-hal lucu dan tertawalah bersama

Tertawa memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan jasmani dan rohani kita. Penelitian yang baru saja dilakukan menunjukkan bahwa tertawa bisa mengatasi gejala depresi dan membuat orang-orang yang mengalami depresi merasa lebih dekat dengan orang lain. Mungkin Lo lebih tahu cara membuat teman Lo tertawa ketimbang orang lain. Manfaatkan pengetahuan ini untuk membuatnya lebih mudah tertawa. 

10. Perhatikan gejala depresi yang berulang

Meskipun teman Lo udah merasa lebih baik, mungkin dia belum benar-benar pulih. Depresi cenderung berulang, jadi gangguan ini bisa kambuh lagi. Orang-orang yang pernah menderita depresi terkadang mengalami lagi serangan ini. Kalo misalnya temen Lo terlihat depresi, tanyakan apa yang sedang terjadi.

Tips

1. Jangan menceritakan masalah Lo sendiri ketika teman Lo sedang menyampaikan keluh-kesahnya sama Lo. Hal ini bisa memperburuk keadaan karena sikap Lo yang mementingkan diri sendiri membuat teman Lo merasa masalahnya dianggap sepele. Jangan berusaha menghibur teman Lo dengan mengingatkan bahwa kehidupannya lebih baik ketimbang orang lain.

2. Tanyakan apa yang teman Lo alami dalam kesehariannya setiap hari. Jangan pernah melupakannya. Sempatkan mengobrol dengannya tentang kegiatan rutin sehari-hari agar dia mau bersikap lebih terbuka sama Lo. Jangan mengubah cara bersikap setelah mengetahui bahwa teman Lo mengalami depresi.

3. Bersabarlah. Jangan libatkan orang lain, kecuali dia memperbolehkan. Ingatkan bahwa Lo selalu bersedia memberikan dukungan kepadanya. Buktikan kata-kata Lo sendiri kalo Lo mengatakannya.

4. Lakukan apa saja untuk menolongnya. Membantu teman bekerja, mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal yang menghibur, menghindarkan atau mencegah agar dia tidak bertengkar dengan orang lain bisa membawa perubahan besar.

5. Stres, kecemasan, dan suasana hati yang buruk terus-menerus bisa menimbulkan atau memperparah depresi. Kalo teman Lo mengalami hal tersebut, sarankan agar dia berusaha mengatasinya dengan belajar teknik mengendalikan stres, berpikir positif, mengikuti terapi, atau melakukan cara lain yang bisa mengatasi depresi dengan baik. Kalo temen Lo mendapatkan resep antidepresan, beri tahukan bahwa ia boleh meminta terapi dengan cara lain, misalnya mengikuti konseling, terapi kognitif perilaku, atau terapi perilaku dialektik.

6. Ketahuilah bahwa ada pandangan yang keliru dalam masyarakat tentang gangguan mental. Oleh sebab itu, mintalah izin terlebih dahulu sama temen Lo kalo Lo ingin membicarakan kondisinya kepada pihak ketiga.

7. Antidepresan, konseling, atau terapi dengan cara lain bisa sangat mengganggu perasaan teman Lo untuk sesaat. Penggunaan obat terkadang menimbulkan efek samping dan berkonsultasi dengan terapis bisa mengungkit lagi masalah atau rasa tertekan yang sudah lama terpendam. Seseorang yang menjalani terapi untuk mengatasi depresi cenderung merasa tertekan, tetapi lama-kelamaan akan lebih mudah. Pastikan teman Lo tahu bahwa Lo selalu mau menolongnya apabila dia membutuhkan dukungan Lo

8. Agar bisa menentukan terapis, dokter, atau ahli kesehatan mental, Lo harus mencari seseorang yang berpengalaman, memiliki pengetahuan yang baik tentang depresi dan berbagai cara pengobatan, termasuk kepribadian yang nyaman bagi temen Lo. Ada baiknya Lo melakukan wawancara tentang cara yang akan digunakan. Jangan takut mengganti terapis atau dokter jika dirasa kurang cocok. Orang-orang yang mengalami depresi harus ditolong oleh seseorang yang ahli, memiliki pengetahuan, dan yang lebih penting lagi, carilah terapis yang benar-benar mau menolong. 

9. Pemulihan membutuhkan banyak usaha dan waktu. Kesembuhan tidak bisa terjadi dalam waktu singkat, beberapa hari, atau bahkan beberapa minggu, tergantung seberapa parah depresi dan faktor pemicunya, jika ada. Selama masa pemulihan, temen Lo mungkin akan kambuh lagi untuk sementara dan hal ini biasa terjadi. Berikan dukungan jika dia mengalaminya dan ingatkan sudah seberapa banyak kemajuan yang dia capai.

10. Jika orang yang sedang depresi adalah orang yang dekat dengan Lo, katakan betapa berartinya dia dan tunjukkan bahwa Lo sangat peduli kepadanya. Katakan juga semua hal positif yang sudah dia bawa dalam kehidupan Lo dan orang lain.

Peringatan

1. Jangan mengatakan bahwa masalahnya adalah hal yang konyol atau tidak ada yang perlu dicemaskan sebab dia akan berhenti berbicara.

2. Keinginan menyakiti diri sendiri bisa memicu niat bunuh diri. Jadi, perhatikan temen Lo dengan baik dan teruslah memberikan dorongan dan rasa aman. Namun, menyakiti diri sendiri bukan berarti pasti ingin bunuh diri. Hal ini biasanya menjadi indikasi adanya masalah signifikan karena stres dan/atau kecemasan. Meskipun terkesan seperti sedang meminta tolong, jangan pernah membuat asumsi seperti ini.

3. Banyak percobaan bunuh diri terjadi saat seseorang sedang merasa lebih baik, alih-alih ketika sedang depresi berat. Seseorang yang sedang terpuruk mungkin tidak punya cukup energi untuk melakukan apa pun, tetapi ketika energinya pulih lagi, inilah saatnya bertindak.

4. Jika terjadi krisis, lebih baik Lo segera menelepon petugas kesehatan profesional atau layanan 24 jam pencegahan upaya bunuh diri sebelum menelepon polisi. Banyak insiden yang terjadi karena polisi melakukan intervensi sehingga orang yang mengalami gangguan mental mengalami trauma atau kematian. Sebisa mungkin, libatkan seseorang yang Lo yakin sudah berpengalaman dan terlatih mengatasi gangguan kesehatan mental atau kejiwaan.

Sumber:
[1] https://id.wikihow.com/

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode & @gentlemancoderoutine
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini