gentlemancode.id
Mana yang Lebih Baik, Naik Sepeda Statis atau Naik Sepeda Biasa?

MANA YANG LEBIH BAIK, NAIK SEPEDA STATIS ATAU NAIK SEPEDA BIASA?

Published on Tuesday, 27 March 2018

Bersepeda adalah kegiatan yang bisa memberikan kita banyak sekali manfaat, bro. Bahkan World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan bersepeda sebagai salah satu olahraga yang baik untuk dilakukan oleh semua orang. Bersepeda memang punya banyak sekali manfaat, karena bisa melatih kekuatan otot kaki sekaligus kebugaran tubuh secara menyeluruh. Nah, saat ini, pilihan untuk melakukan olahraga ini sudah banyak. Lo bisa memakai sepeda statis di dalam ruangan atau sepeda biasa di luar ruangan. Pertanyaannya sekarang adalah, mana yang lebih baik?

Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini ya.

Bersepeda, apapun itu bentuknya, entah itu menggunakan sepeda statis ataupun sepeda biasa, merupakan salah satu jenis olahraga kardio. Hal ini dikarenakan dengan bersepeda, kinerja jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi akan meningkat.

Bersepeda secara teratur mampu menurunkan tingkat kolesterol jahat di dalam darah, meguatkan otot jantung, dan menurunkan tekanan darah. Itu sebabnya bro, penting buat Lo untuk melakukan latihan kardio terlebih dahulu ketika Lo ingin melakukan olahraga lainnya selanjutnya.

Nah, sebelum Lo melakukan olahraga ini, beberapa hal dibawah ini bisa menjadi pertimbangan buat Lo, apakah nanti Lo akan menggunakan sepeda statis atau naik sepeda biasa.

Kalori yang terbakar

Menurut Harvard Medical School, beberapa olahraga yang dilakukan di gym mampu memberikan pembakaran kalori yang lebih baik ketika Lo memang bisa mempertahankan tempo dengan konsisten. Seorang pria seberat 70 kilogram bisa membakar 260 kalori dalam 30 menit dengan mengayuh sepeda statis menggunakan intensitas sedang dan sekitar 391 kalori dalam 30 menit dengan mengayuh sepeda intensitas tinggi.

Sedangkan banyaknya kalori yang bisa Lo bakar saat mengendarai sepeda di luar rumah bergantung pada kecepatan Lo dalam mengayuh sepeda. Seorang pria seberat 70 kilogram bisa membakar 372 kalori dengan kecepatan 14 sampai 16 mph. Sedangkan ketika pria tersebut bersepeda dengan kecepatan antara 16 dan 19 mph selama 30 menit, dia mampu membakar 446 kalori.

Tingkat kebugaran

Sebuah studi menunjukkan bahwa sepeda statis mampu memaksimalkan denyut jantung hingga 75-95 persen, hal ini menunjukan jika sepeda statis cukup bagus untuk meningkatkan kebugaran. Namun kerugiannya, variasi gerakan otot lebih sedikit karena berbagai kemudahan menjadikan otot hamstring sebagai satu-satunya otot yang bekerja paling keras.

Berbeda dengan ketika seseorang bersepeda di luar ruangan, aktivitas ini bisa membuat denyut jantung mencapai 100 persen. Namun karena biasanya kegiatan ini tidak didampingi instruktur, bersepeda yang hanya senang-senang ini justru akan memberikan hasil yang kurang maksimal. 

Tingkat kesulitan

Kesulitan utama saat mengendarai sepeda statis adalah mengatasi rasa bosan, pasalnya gerakan yang dilakukan hanya itu-itu saja, tanpa tanjakan atau turunan apalagi pemandangan. Namun hal ini bisa diatasi dengan musik yang sesuai, atau teman latihan yang menyenangkan.

Nah, sepeda biasa yang dikendarai di luar ruangan lebih mudah dan menyenangkan karena bisa memilih sendiri lintasan yang hendak dilalui. Jika menginginkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, dibutuhkan teknik tertentu dan tentunya lintasan yang lebih menantang.

Tingkat kenyamanan

Soal kenyamanan, sepeda statis jauh lebih unggul karena bisa dikendarai di dalam ruang yang ada pendinginnya, Lo bisa melakukannya sambil nonton TV atau mendengarkan musik. Satu-satunya yang membuat tidak nyaman bagi yang tidak punya alat sendiri adalah, harus datang dulu ke pusat kebugaran.

Kalau Lo mau sehat, bersepeda terutama di kota-kota besar agak merepotkan. Harus mengenakan pakaian yang sesuai bila tidak ingin terbakar panasnya matahari, memakai helm dan masker untuk menghindari benturan dan polusi serta harus berebut jalan dengan kendaraan bermotor. Selain itu bersepeda di luar ruangan juga meningkatkan risiko cedera akibat jatuh dari sepeda atau tertabrak kendaraan lain.

Kesimpulan

Kalo misalnya Lo tinggal di lingkungan yang lalu lintasnya padat dan banyak polusi, sepeda statis adalah pilihan terbaik buat Lo. Namun kalau Lo tinggal di lingkungan yang masih asri dan memang menguasai berbagai teknik olahraga bersepeda, maka sepeda biasa bisa memberikan efek yang lebih maksimal buat Lo.

Meski begitu, hal ini akan kembali kepada pilihan Lo sendiri untuk bersepeda. Pasalnya setiap orang memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda sehingga sulit untuk menentukan hal yang terbaik. Yang terpenting, selama Lo aktif bergerak dan berolahraga entah dengan naik sepeda statis ataupun naik sepeda biasa, hal tersebut sudah menjadi hal yang baik untuk kesehatan Lo. So, nggak usah pusing lagi ya!

Referensi:
[1] https://hellosehat.com

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode & @gentlemancoderoutine
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini