gentlemancode.id
Olahraga Saat Puasa? Bisa, Ini Tipsnya

OLAHRAGA SAAT PUASA? BISA, INI TIPSNYA

Published on Tuesday, 07 June 2016

Kita pasti sepakat kalau olahraga memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh kita. Tidak seperti mesin yang akan rusak apabila digunakan terus menerus, tubuh kita justru akan makin sehat bila digunakan untuk bergerak dan beraktifitas selama tidak berlebihan.

Pada saat bulan Ramadhan, tubuh kita ada dalam keadaan yang berbeda seperti biasanya karena kita sedang menjalankan puasa. Hal ini kadang menyebabkan kita malas untuk berolahraga karena takut lemas atau tidak kuat menjalankan puasa.

Namun tubuh tetap memerlukan aktivitas fisik agar tetap sehat dan fit. Satu hal yang paling penting yang harus selalu kita ingat adalah, kita harus senantiasa menyesuaikan olahraga yang kita lakukan dengan kondisi tubuh yang sedang berpuasa.

Berikut adalah beberapa tips berolahraga saat puasa Ramadan, terutama untuk kita sebagai masyarakat umum (bukan atlet). Sedangkan untuk atlet, pendekatannya akan sangat berbeda meskipun secara garis besar memiliki karakteristik yang sama.

1. Rendahkan tingkat intensitas olahraga kita

Saat berpuasa, kemampuan tubuh kita berbeda seperti saat sedang tidak berpuasa. Secara alami akan terjadi penurunan metabolisme tubuh. Ini terjadi karena asupan energi (nutrisi dari makanan dan minuman) yang terbatas. Secara umum, jenis latihan atau olahraga tingkat rendah sampai sedang adalah yang paling direkomendasikan untuk mengatasi hal di atas.

Tips jenis olahraga intensitas rendah sampai sedang yang cocok untuk berpuasa: Berjalan kaki (bisa jalan cepat) sampai jogging santai, bersepeda ringan dengan jalur yang tidak menanjak, kegiatan membersihkan rumah, gerakan peregangan tubuh, dan senam ringan.

2. Pilih Waktu Yang Tepat Untuk Berolah Raga

Menurut pakar fisiologi olahraga Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ermita I. Ilyas, saat puasa, berolahraga kurang-lebih 30 menit saja sudah cukup, dan lakukanlah sebanyak tiga kali dalam seminggu. "Bahkan tak apa-apa jika hanya berolahraga selama 20 menit" katanya kepada Bisnis.

Waktu yang tepat untuk olahraga adalah tiga jam setelah sahur, saat tubuh masih menyimpan banyak energi. Atau pilihan waktu lain sekitar setengah jam sebelum berbuka puasa.

Nah, bagaimana dengan pilihan waktu berolahraga pada malam hari? Agak sulit mengatur waktu olahraga pada malam hari saat Ramadan. Biasanya hanya ada sedikit waktu pada malam hari untuk berolahraga karena ada rutinitas ibadah salat tarawih. Selain itu, orang yang berpuasa harus tidur lebih cepat agar tidak telat bangun saat sahur.

Jadi, jika memang merasa yakin dapat mengatur waktu pada malam hari dan tak akan terlambat bangun untuk makan sahur, silakan berolahraga malam hari. Jangan lupa konsumsi sesuatu untuk menambah energi setelah berolahraga.

3. Merancang Program Latihan Khusus Selama 4 Minggu Sepanjang Bulan Ramadan

Marketing Manager Fitness First Indonesia, Julia Nurdin, menilai bahwa situasi yang sering terjadi ketika mulai memasuki bulan Ramadan, ialah dilema masyarakat dalam memilih berhenti total dari berolahraga.

"Jika memilih berhenti total, kondisi ini justru akan menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap kekuatan otot, metabolisme, dan hormonal tubuh," kata Julia saat Peluncuran WillPower Training Program dalam Aplikasi Custom Fit di Fitness First Senayan City, Jakarta.

Sebagai akibatnya, menurut Julia, setelah lebaran banyak yang harus berjuang keras untuk mengembalikan gaya hidup aktifnya dan rasa menyesal karena tidak stabilnya metabolisme selama sebulan yang telah lewat. "Sehingga kekhawatiran berat badan melonjak bukan tidak mungkin terjadi," katanya.

Karenanya, seseorang sebaiknya merancang program latihan khusus selama empat minggu sepanjang bulan Ramadan. Program dibuat dengan mengikuti kebutuhan tubuh sesuai dengan perubahan yang terjadi setiap minggunya.

Pada minggu pertama, dia menyarankan gerakan yang digunakan untuk berolahraga terfokus pada gerakan sederhana yang menggunakan bobot tubuh sebagai beban.

"Pada masa ini tubuh sedang beradaptasi terhadap perubahan pola hidup yang terjadi, olahraga yang bisa dilakukan seperti squad, step up naik tangga, gerakan-gerakan yang sederhana" katanya.

Di minggu kedua, tubuh yang sudah mulai beradaptasi dapat menambah intensitas latihan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana. Selain itu, menurutnya dapat pula ditambah frekuensi dan mengurangi waktu istirahat di antara set latihan.

"Peningkatan intensitas latihan tetap harus dilakukan secara bertahap, setidaknya frekuensi berolahraga yang baik dua-tiga kali setiap minggu dengan waktu 20-30 per sesi, jika merasa masih kuat dapat ditambah intesitasnya. Tetapi kalau terlalu lelah bisa ditambah dengan waktu istirahatnya" kata dr. Alia.

Pada minggu ketiga, program latihan sebaiknya berfokus dengan latihan koordinasi yang merupakan kerja sama antara sistem otot dan sistem saraf.

"Koordinasi tubuh ini dilatih dengan cara memberikan latihan integrasi, kerja tubuh atas dan bawah secara tiga dimensi (bergerak ke segala arah, tidak hanya depan belakang). Perubahan diet selama bulan puasa berpengaruh dengan body coordination. Ketika kadar gula menurun, maka daya konsentrasi juga akan menurun," tuturnya.

Nantinya, pada saat mendekati akhir bulan puasa di minggu keempat, frekuensi latihan menurut dr Alia, sebaiknya diturunkan karena kebutuhan energi dibutuhkan dalam mempersiapkan hari raya Lebaran.

"Program latihannya lebih baik yang lebih simpel dan fokus dengan core untuk menjaga stabilitas tubuh di saat banyaknya aktivitas yang harus dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Jadi, sekarang kita sudah mengetahui kapan harus berolahraga dan olahraga apa yang cocok saat berpuasa Ramadhan. Sekarang akhirnya kita tidak punya alasan lagi untuk tidak berolahraga di Bulan Ramadhan.

Sumber : panditfootball.com, www.cnnindonesia.com, www.tempo.co

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung dan membaca artikel di gentlemancode.id.

Kami berharap teman-teman bisa berkunjung kembali untuk membaca artikel-artikel kami yang lain.

Sebagai media, kami di Gentlemancode ingin menjadi sahabat dan ingin selalu menyajikan informasi positif yang bermanfaat untuk anak muda khususnya pria di Indonesia. Kami percaya dan yakin bahwa kekuatan sebuah tulisan selain dapat memberikan wawasan juga dapat menginspirasi setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang bisa menjadi solusi bukan menjadi sebuah masalah.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, sukses buat teman-teman semua, have a nice day!

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini