gentlemancode.id
10 Alasan Lo Selalu Gagal Menabung!

10 ALASAN LO SELALU GAGAL MENABUNG!

Published on Saturday, 31 March 2018

Uang bukan segalanya, tetapi segala hal butuh uang. Ungkapan tersebut memang agak sedikit kurang enak didengar, tapi tidak sepenuhnya salah. Memang benar uang bukan segalanya, tapi jika dianggap sebagai pengingat, ungkapan tersebut juga dapat berarti positif: pengingat untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

Menabung bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Beberapa orang mengaku kesulitan karena punya kebiasaan mengatur keuangan buruk. Umumnya karena masih terpengaruh stigma "gaya hidup" lebih penting daripada menabung.

Alhasil, seperti ditulis Swara Tunaiku, persentase gaji bulanan akan tersedot lebih besar untuk pemenuhan gaya hidup ketimbang kebutuhan menabung. Bahkan tidak jarang, gaji habis duluan sebelum sempat disisihkan untuk tabungan.

Agar kewajiban menabung dapat terealisasi, seseorang harus mulai membiasakan diri untuk menerapkan rumus keuangan paling efektif sejak hari pertama gaji bulanan turun. Umumnya rumus yang digunakan agar keuangan lebih baik, gaji bulanan harus langsung disisihkan sebesar 30% untuk tabungan, baru sisanya digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai cicilan, harian, hingga foya-foya.

Agar rumus tersebut dapat diterapkan sebaik mungkin, ada beberapa alasan yang harus diubah agar rencana menabung tidak terganggu, di antaranya adalah sebagai berikut.

Diawali dengan gaya hidup

Lo mungkin adalah seseorang yang bisa dibilang "gaul" untuk ukuran masyarakat urban. Selain untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, uang gaji yang Lo terima juga digunakan untuk memenuhi kebiasaan nongkrong dengan teman secara rutin.

Kebutuhan sosial seperti nongkrong memang perlu untuk menghindarkan Lo dari stres hidup perkotaan. Sayangnya, kebiasaan tersebut acap kali menjadi bumerang buat Lo. Kebiasaan ini sering kali mengambil pos yang cuku besar pada gaji bulanan.

Oleh karena itu, gaya hidup demikian perlu Lo siasati sebaik mungkin. Tak perlu sampai meniadakan kebutuhan bersosialisasi, tapi akan lebih baik jika kebiasaan ini bisa ditekan. Lo bisa kurangi jadwal nongkrong selama sebulan, dan memilih tempat-tempat yang tidak over budget.

Ubah kecenderungan menunda

Seperti yang sudah disinggung di atas, demi memenuhi kebutuhan lain-lain acap kali menabung sering di nomor duakan. Misalnya upah bulanan Lo berasal dari gaji kantor dan fee sebagai freelancer, lantas tabungan Lo plot ketika Lo sudah mendapatkan upah bulanan secara penuh.

Memang tidak sepenuhnya salah, namun risiko gagal menabung akan lebih besar jika Lo menerapkan skema menunda ini.

Untuk mengatasi kebiasaan ini, Lo bisa menerapkan trik "paksaan" pada keuangan Lo. Misalnya dengan langsung memotong upah yang Lo terima sejak pertama sejumlah dengan kebutuhan tabungan. Dengan demikian, Lo tak diberi kesempatan menunda tabungan untuk hal lain-lain.

Menabung itu "kuno"

Lo mungkin memegang prinsip hidup yang "melakukan apapun yang diinginkan sekarang", seakan hidup hanya berakhir pada hari ini. Prinsip tersebut membuat kewajiban menabung terkesan kurang asyik, karena akan mengurangi kesenangan yang Lo bisa lakukan dengan 100% gaji bulanan yang diterima.

Namun, kembali lagi pada "hidup tak berakhir di sini". Masih ada hari esok, minggu depan bahkan bertahun-tahun mendatang. Di masa depan, Lo tak akan tahu bagaimana trend pemenuhan kebutuhan hidup yang ada. Bisa saja peluang untuk mempersiapkannya hanya datang saat ini.

Untuk mengubah stigma tersebut, cobalah untuk membuat tujuan yang lebih besar di masa depan dari pada hanya mencari kepuasaan di masa sekarang. Dengan mencanangkan target di masa depan, niscaya Lo akan lebih termotivasi untuk menabung.

Khawatir kekurangan

Hal ini sering kali menjadi ketakutan banyak orang. Apalagi mengingat kebutuhan hidup yang tak murah, belum lagi jika harus diberatkan oleh segala macam cicilan. Alhasil, Lo akan menanamkan dalam-dalam stigma pemenuhan kebutuhan harian tanpa menyematkan pos untuk tabungan.

Jika hal ini terjadi sama Lo, mengubah gaya hidup bisa jadi solusi. Dengan memangkas pengeluaran-pengeluaran tak esensial lalu menggantinya dengan pos tabungan.

Fobia uang

Bukan karena tak bisa menabung, Lo justru cenderung akan menghabiskan uang yang diterima karena mengidap ketakutan berlebih pada kepemilikan uang dalam jumlah besar.

Chrometophobia, atau fobia pada uang memang terdengar cukup aneh. Namun, tak bisa dimungkiri, fobia ini juga bisa menghantui. Orang dengan Chrometophobia mungkin merasa mereka tidak cukup terampil untuk mengelola uang dan takut kehilangan karena investasi yang buruk. Alhasil, daripada disimpan sebagai tabungan atau wahan investasi, uang yang diterima justru akan dihabiskan saat itu juga.

Jika Lo mengalami hal ini, cobalah untuk menemui psikiater dan konsultasikan masalah tersebut pada mereka. Dengan begitu Lo akan mendapatkan solusi paling tepat untuk mengatasinya.

Terlalu royal

Menjadi dermawan memang sudah sepatutnya. Namun, Lo juga perlu mengidentifikasi kondisi keuangan sendiri. Jangan sampai Lo justru menggadaikan masa depan dengan tidak menabung karena Lo terlalu dermawan untuk menyumbangkan semua uang.

Uang memang dibutuhkan bagi mereka yang tak seberuntung Lo. Namun, tak ada salahnya Lo menyesuaikan kedermawanan setelah memenuhi kebutuhan tabungan.

Punya kebiasaan buruk

Kebiasaan Lo mencerminkan seberapa berkualitas hidup yang Lo jalani. Mengubah kebiasaan buruk menjadi baik tak bisa dilakukan hanya dalam satu malam. Hal ini membutuhkan proses panjang dan konsistensi yang baik. Jika ingin memiliki kebiasaan baik dalam menabung, Lo perlu memulainya sedari awal. Perlahan tak apa, asalkan konsisten.

Tak hanya Lo, perhatikan juga pasangan Lo

Mungkin Lo sudah bisa menerapkan kebiasaan menabung yang baik, tapi tak demikian halnya dengan pasangan Lo.

Jika demikian, maka jalan satu-satunya adalah dengan membicarakannya dengan pasangan. Cobalah untuk memberi pengertian bahwa "tabungan" merupakan hal yang wajib disiapkan guna mengamankan hari tua Lo berdua. Cobalah untuk saling support mengubah gaya hidup masing-masing agar "tabungan" tetap aman.

Tak memiliki target finansial

Mereka yang kesulitan menabung biasanya tidak memiliki target dan tujuan finansial di masa depan. Oleh karena itu mencanangkan target-target dan tujuan yang ingin dicapai di masa depan adalah hal yang paling esensial untuk menabung. Cobalah untuk tanamkan dalam-dalam ide untuk target di masa depan ke dalam benak Lo, agar menabung bukan lagi sebagai kewajiban melainkan sudah menjadi kebutuhan.

Kurang motivasi

Motivasi akan menentukan berhasil atau tidaknya Lo menabung. Secara tekad dan perbuatan mungkin Lo sudah bisa menjalankannya dengan baik. Setiap pos keuangan termasuk tabungan sudah bisa Lo penuhi dengan baik, dan hidup berjalan baik-baik saja. Namun, tak ada yang bisa meramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Lo mungkin sudah memperkirakan dan menghitung segala hal dengan baik. Namun, bisa saja satu kali nasib kurang mujur menimpa Lo. Misalnya Lo harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar ketika Lo sakit atau ditilang polisi.
 
Hal yang disebutkan diatas bisa saja mengganggu trend positif tabungan Lo. Jika dihadapkan pada situasi tersebut, jangan lantas malas untuk menabung lagi. Sebab inilah salah satu fungsi dari tabungan, mengatasi hal-hal yang tak terduga. Tetaplah menjaga motivasi untuk menabung meski tengah dihantam hal-hal seperti itu

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung dan membaca artikel di gentlemancode.id.

Kami berharap teman-teman bisa berkunjung kembali untuk membaca artikel-artikel kami yang lain.

Sebagai media, kami di Gentlemancode ingin menjadi sahabat dan ingin selalu menyajikan informasi positif yang bermanfaat untuk anak muda khususnya pria di Indonesia. Kami percaya dan yakin bahwa kekuatan sebuah tulisan selain dapat memberikan wawasan juga dapat menginspirasi setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang bisa menjadi solusi bukan menjadi sebuah masalah.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, sukses buat teman-teman semua, have a nice day!

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini