gentlemancode.id
Saring Sebelum Sharing

SARING SEBELUM SHARING

Published on Wednesday, 25 January 2017

Diantara kalian mungkin udah ada yang mulai kesel, pengen muntah, marah, sebel, dan pengen ngamuk akibat banyaknya statement-statement yang provokatif yang belakangan banyak banget kita temukan di berbagai macam media, khususnya social media. Saling ledek, berdebat, merendahkan seseorang, terlihat menjadi hal yang biasa yang dilakukan oleh orang-orang akhir-akhir ini. Celakanya, banyak banget orang yang turut meramaikan hal ini dengan cara like dan share informasi yang sebetulnya belum tentu bener atau engga, mereka hanya sekedar share tanpa dipikir terlebih dahulu apa dampaknya nanti, apakah baik atau buruk. 

Coba deh kita pikir lagi, perlu gak sih kita sharing hal-hal negative yang sama sekali gak ada gunanya?  Menurut Gw sih engga perlu ya. Kalo Lo nemu hal negative kaya gitu, ya lebih baik Lo abaikan aja. Ga usah Lo share ke temen-temen Lo, jadi informasinya minimal berhenti di Elo.

Nah Bro, Gw yakin Lo disini semua adalah generasi pemberi solusi bukan pembuat masalah. Oleh karena itu kita harus menyaring semua informasi yang ingin kita share, Kenapa? Ini alasannya Bro.

1. Belum tentu informasi yang Lo share itu bener

Mungkin Lo sering nemu postingan-postingan dengan headline yang begitu bombastis yang membuat kita langsung ingin membagikannya tanpa kita baca terlebih dahulu. Sebaiknya, ketika kita menemukan postingan seperti itu kita membaca dulu isinya dan diteliti dulu apakah isi dari postingan tersebut bener atau engga. Jangan sampe nih Bro, kita menyebarkan berita atau informasi yang ternyata hoax, kan gak keren Bro.

2. Apa yang Lo share bisa jadi menyinggung seseorang atau sekelompok orang

Ini nih yang paling sering terjadi, dan ini bener-bener bahaya untuk kerukunan kita dalam bermasyarakat. Kalo Lo nemu postingan atau artikel yang bernada menyinggung seseorang atau sekelompok orang sebaiknya jangan Lo share deh informasi tersebut sekalipun Lo setuju dengan statement-statement yang ada dalam tulisan yang bersangkutan. Kita harus lebih dewasa dalam menyikapi hal ini, menahan diri untuk tidak membagikan sesuatu yang berpotensi akan membuat orang lain tersinggung tentunya adalah hal bijaksana yang bisa Lo lakukan dalam menjaga kerukunan.

3. Bisa jadi hal yang Lo share ternyata menjadi pemicu terjadinya konflik 

Poin nomor 3 ini sangat erat kaitannya dengan poin nomor 2, dimana seseorang ketika tidak memikirkan dampak dari apa yang dia share ternyata memiliki dampak yang luas akibat tersinggung atas pernyataan yang dia sebutkan atau sebarkan. Udah banyak kan Bro kasus atau masalah yang terjadi dimana penyebab awalnya adalah diawali dari statement di social media.  Lagi-lagi, bijaksana dalam berbicara dan berpendapat harus kita aplikasikan juga di social media.

4. Hati-hati kena UU ITE

Gak mau kan Bro Lo masuk bui? Hati-hati deh dengan apa yang Lo tulis atau Lo sebar, karena bisa jadi Lo udah ngelanggar UU ITE yang mana hukumannya gak main-main Bro.

Lantas, yang kaya gimana sih yang bisa kena UU ITE? 

Berikut ini adalah bunyi Pasal 28 ayat (2) UU ITE:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Tujuan dari pasal ini adalah mencegah terjadinya permusuhan, kerusuhan, atau bahkan perpecahan yang didasarkan pada SARA akibat informasi negatif yang bersifat provokatif. Lo tau sendiri kan kalo isu SARA dalam masyarakat kita merupakan isu yang cukup sensitif. Oleh karena itu, pasal ini diatur dalam delik formil, dan bukan delik materil.

Contoh penerapannya adalah apabila seseorang menuliskan status dalam jejaring sosial dengan informasi yang berisi provokasi terhadap suku/agama tertentu dengan maksud menghasut masyarakat untuk membenci atau melakukan tindakan anarkis terhadap kelompok tertentu, maka Pasal 28 ayat (2) UU ITE ini secara langsung dapat dipergunakan oleh Aparat penegak Hukum untuk menjerat pelaku yang menuliskan status tersebut. Nah tuh, hati-hati makanya Bro.
 
Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Nah Bro, kayanya udah cukup deh negeri ini dilanda saling benci dan saling curiga. Kerukunan dalam bermasyarakat dan bernegara ini tentu adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, golongan tertentu, agama tertentu, atau suku tertentu. Ini adalah kewajiban kita bersama, hal apapun selama itu positif harus kita lakukan untuk menjaga kerukunan. Oleh karena itu saring lah sebelum sharing. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Sumber gambar:
[1] https://www.pexels.com/

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung dan membaca artikel di gentlemancode.id.

Kami berharap teman-teman bisa berkunjung kembali untuk membaca artikel-artikel kami yang lain.

Sebagai media, kami di Gentlemancode ingin menjadi sahabat dan ingin selalu menyajikan informasi positif yang bermanfaat untuk anak muda khususnya pria di Indonesia. Kami percaya dan yakin bahwa kekuatan sebuah tulisan selain dapat memberikan wawasan juga dapat menginspirasi setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang bisa menjadi solusi bukan menjadi sebuah masalah.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, sukses buat teman-teman semua, have a nice day!

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini