gentlemancode.id
Yang Terhormat Bapak W.R Soepratman Dan Ibu Fatmawati

YANG TERHORMAT BAPAK W.R SOEPRATMAN DAN IBU FATMAWATI

Published on Wednesday, 17 August 2016

MERDEKA!

Tujuh puluh satu tahun lalu, Indonesia resmi mengumumkan kemerdekaannya kepada dunia, setelah dijajah dengan afgan (sadis) oleh Belanda dan Jepang selama lebih dari 3.5 abad.

Serius lo? Lama banget coy itu! Bayangin lo jadian sama orang yang posesif abis dalam waktu yang lama, dan lo ga bisa putus dari doi…. Rasanya ya begitu, gak nyaman, tapi mau ga mau~

Back again, setelah Indonesia resmi merdeka, berarti kita harus punya elemen-elemen penunjang dong, yang bisa kita tunjukkan sebagai identitas. Contohnya harus punya lagu kebangsaan, bendera, dasar Negara, dll. Siapa aja sih yang bikin? Kok bisa jenius banget gitu?

Kali ini, Genta bakal ngebahas tentang dua orang yang juga sangat berperan dalam menunjang identitas kita sebagai Negara merdeka. Yaitu pencipta lagu kebangsaan dan juga penjahit bendera Indonesia untuk kita pertama kali.

Pencipta lagu Kebangsaan

Sumber gambar : https://i.ytimg.com/vi/PhLom03Uw2I/maxresdefault.jpg

Indonesia memiliki lagu kebangsaan yang berjudul Indonesia Raya, ada yang gak hafal? Harus lo hafalin bro! Lagu ini punya aransemen dan juga lirik yang keren, megah, mewah, bermartabat, dan mood booster banget!

Pasti lo semua udah tau bro siapa yang menciptakan lagu tersebut? Yap beliau adalah Wage Rudolf Soepratman, atau nama bekennya adalah W.R Soepratman.

Beliau lahir di Purworejo pada tanggal 19 Maret 1903, namun ada juga sumber lain yang menyebutkan kalau beliau lahir tanggal 9 maret 1903. By the way, kalau beliau masih hidup, umurnya berarti udah 113 tahun. Gaek bro!

Beliau memang seorang yang sangat aktif, setelah sempat belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama 3 tahun, beliau melanjutkan pendidikan di Makassar dan menjadi guru di umur 20 tahun di Sekolah Angka 2 (Ongko Loro, atau sekarang disebut SD). Bayangin bro, 20 tahun udah jadi guru.

Abis itu, beliau jadi wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita di Bandung. Memang setelah itu beliau pindah ke Jakarta, namun tetap melakukan pekerjaannya sebagai wartawan di harian tersebut.

Dari situlah ia mulai tertarik dengan kegiatan pergerakan nasional karena banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Ia pun sempat membuat buku yang berisi rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda yang diberi judul Perawan Desa. Bisa ditebak, buku tersebut dilarang dan disita oleh pemerintahan Belanda.

Pada tahun 1924, W.R Soepratman menciptakan lagu Indonesia Raya, dan akhirnya pada tahun 1928 lagu tersebut untuk pertama kalinya dikumandangkan di depan umum, bertepatan pada kongres pemuda II di Jakarta. Waktu itu, beliau memperkenalkan lagunya secara instrumental bro, pakai biola. Romantis abis ya bisa main biola…

Setelah itu, lagu Indonesia Raya banyak dikumandangkan di kongres-kongres partai politik pada masa itu, sampai akhirnya menjadi lagu Kebangsaan setelah Indonesia Merdeka.

But, W.R Soepratman gak pernah merasakan zaman kemerdekaan karena beliau wafat di usia 35 tahun pada 1938. Sedih ya bro….

Kalau kalian ingin mengenang dan mengenal lebih dekat kepada W.R. Soepratman, kita dapat mengunjungi museum W.R. Soepratman di Jalan Tambaksari Surabaya.

Penjahit Bendera Merah Putih

Sumber Gambar : https://penasoekarno.files.wordpress.com/2009/10/soekarno-261.jpg

Merinding bro! Itulah yang gue rasain setiap bendera merah putih berkibar bebas di udara waktu upacara bendera, maupun acara-acara lainnya. Lo ngerasa gak sih, pilihan warna merah dan putih itu keren banget! Merah artinya berani, dan putih artinya suci… Tsadeeesss!

Nah siapa sih yang menentukan bendera kita itu warnanya merah putih? Banyak sumber yang menyebutkan beberapa alasan kenapa akhirnya Indonesia memilih warna merah dan putih sebagai warna bendera Negara, diantaranya:

- Warna panji atau pataka Kerajaan Majapahit di Jawa Timur pada abad ke-13. Pataka adalah bendera yang biasa dipakai sebagai lambang sebuah pasukan bro

- Berasal dari mitologi bangsa Austronesia tentang Bunda Bumi dan Bapak Langit. Keduanya dilambangkan dengan warna merah (tanah) dan putih (langit). Istilah itulah yang mendasari lahirnya sebutan “Bumi Pertiwi” untuk Indonesia, karena kita berpijak di bumi, yang diibaratkan sebagai seorang ibu.

Jadi kombinasi warna merah dan putih bukan berasal dari Soekarno, Hatta, ibu Fatmawati, maupun pejuang-pejuang kemerdekaan saja, namun sudah menjadi ciri khas semenjak zaman kerajaan.

Back to topic, jadi orang yang berjasa menjahit bendera Indonesia untuk pertama kalinya, tidak lain dan tidak bukan adalah ibu Fatmawati. Istri dari Bung Karno. Melalui tangan beliau lah, bendera pusaka kita pertama kali dijahit untuk kemudian diresmikan sebagai bendera Negara pada 17 Agustus 1945.

Kalau menurut kalian, siapa lagi sih pejuang-pejuang kita yang namanya jarang disebutkan di buku sejarah dulu? Kasih tau Genta dong dengan cara comment di bawah.

Keep in touch with us!
IG: @gentlemancode
FB: @gentlemancode.id
Twitter: @gentlemancodeid
Youtube: http://bit.ly/gentlemancodeyoutube

We welcome a Brotherhood relation for business, collaboration or partnership:
Email: hello@gentlemancode.id

ARTIKEL TERKAIT
KOMENTAR
terpopuler
Tekan enter untuk mulai mencari atau ESC untuk menutup kotak pencarian ini